Medis vs Alternatif..

Published November 5, 2012 by bulbullucu

Kanker masih dianggap sebagai penyakit mematikan saat ini. Belum ada penyebab secara pasti dan belum ada cara pencegahan yang tepat untuk penyakit itu. Dalam kedokteran, tahapan pengobatan yang dilakukan adalah operasi, kemoterapi dan radioterapi. Tahapan pengobatan tersebut merupakan tahapan baku setiap rumah sakit untuk menangani pasien kanker. Hanya saja perlu tidaknya operasi dan dosis kemoterapi maupun radioterapi tergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahan kanker tersebut.

Pengobatan secara medis dianggap menyakitkan, dan tentu saja tidak luput dari efek samping. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memilih pengobatan alternatif sebagai pilihan kedua. Saat ini banyak sekali ditawarkan berbagai macam pengobatan alternatif, dan sebagian besar memang hanya berdasarkan pengalaman beberapa orang saja, belum melalui penelitian secara ilmiah.

Pengobatan alternatif tidak buruk, ada beberapa yang sudah diakui secara medis. Seharusnya pengobatan alternatif bisa berjalan bersama dengan pengobatan medis. Bahkan di pusat pengobatan herbal di Guangzhou,pengobatan alternatif yang saling melengkapi dengan pengobatan medis, bukan pengobatan alternatif yang berdiri sendiri.

Namun, apa yang terjadi di Indonesia? Pada saat mendapatkan informasi mengenai tahapan pengobatan dari dokter, biasanya justru malah lebih memilih untuk berobat alternatif dahulu. Bahkan malah memilih untuk meninggalkan medis sebagai pengobatan utamanya. Keyakinan bahwa tidak ada efek samping dan efek perasaan lebih baik menjadi alasan utama mereka.

Lalu apa benar, pengobatan alternatif tidak ada ruginya? Kerugian ini timbul bukan dari pengobatan alternatif itu sendiri, tetapi justru dari ketidaktahuan pasien itu sendiri. Untuk pasien kanker, daripada mendapatkan tahapan pengobatan yang menyakitkan dari rumahsakit, biasanya lebih memilih untuk berobat alternatif. Ketika tidak ada perkembangan yang berarti, barulah pasien kembali lagi ke pengobatan medis. Tetapi perlu diketahui, untuk melawan penyakit kanker, kita berlomba dengan waktu. Semakin menunda tindakan pengobatan, maka penyakit kanker itu semakin diberi peluang untuk merajalela. Sementara pada pengobatan alternatif, lebih cenderung bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, bukan menyembuhkan. Maka tidak heran jika ada pasien divonis oleh seorang dokter mengidap penyakit kanker stadium 2 lalu lebih memilih pengobatan alternatif dahulu, ketika tidak ada perubahan, pasien kembali lagi ke dokter dengan kondisi kanker sudah mencapai stadium 4.

Biaya pengobatan medis yang mahal tentu menjadi alasan untuk meninggalkannya. Lalu apakah pengobatan alternatif lebih murah? belum tentu. Ada terapi alternatif yang malah akan menyedot biaya yang lebih besar daripada kemoterapi atau radioterapi.

Oleh karena itu, jadilah pasien yang cerdas. Pilihlah dokter dan rumah sakit yang cukup kompeten dalam menangani penyakit kanker. Jangan sampai kita dilempar-lempar dari satu rumahsakit ke rumahsakit lain hanya karena keterbatasan alat. Begitu pula dengan pengobatan alternatif, jangan sampai kita sibuk memilih terapi alternatif yang cocok sementara kita harus berpacu dengan waktu dalam melawan kanker.

 

 

Sumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: