Jason, Bocah yang Bertahan Hidup dari Retinoblastoma

Published November 2, 2012 by bulbullucu

1328357704989769312

 

Sekilas tidak ada kelainan yang terlihat pada Jason, bocah berumur 7 tahun yang saat ini duduk di kelas 2 SD, Ia tampak asyik bermain dengan teman temannya di sekolah. Tetapi, bila dilihat lebih jelas, ada yang lain pada matanya, yaa.. mata sebelah kirinya tidak bergerak, rupanya Ia menggunakan mata protesa (mata palsu). Mengetahui hal tersebut, pasti timbul pertanyaaan apa penyebabnya hingga anak sekecil itu menggunakan mata palsu?  Dan  penyebabnya adalah Retinoblastoma.

Retinoblastoma adalah kanker pada retina (daerah di belakang mata yang peka terhadap cahaya) yang menyerang anak berumur kurang dari 5 tahun.

Jason terdiagnosa menderita Retinoblastoma saat usia 2.5 tahun. Orang tuanya baru mengetahui saat Jason sakit panas dan memeriksakannya ke dokter, selain memeriksa kondisi tubuh Jason yang sedang panas, dokter mencurigai terdapat kelainan pada mata sebelah kiri bocah ini, mata kirinya tampak seperti mata kucing. Untuk memastikan kecurigaan dokter tersebut, orang tua Jason membawanya ke Rumah Sakit yang khusus menangani mata dan Jason pun menjalani sejumlah pemeriksaan termasuk  CT Scan kepala dan USG mata, hasil pemeriksaan menunjukkan Jason positif menderita Retinoblastoma.

Sebagai informasi tambahan, berikut adalah gejala yang tampak pada anak yang menderita Retinoblastoma :
•    Kelainan pada pupil, tampak warna putih (seperti mata kucing)
•    Mata tampak juling (strabismus)
•    Mata merah dan nyeri karena iritasi
•    Penglihatan terganggu

Sampai dengan saat ini, orang tua Jason tidak mengetahui penyebabnya dan tidak ada dalam keluarga mereka yang pernah menderita penyakit yang sama, dan yang disesali oleh kedua orang tua bocah ini yaitu, pada saat terdiagnosa, mereka tidak segera membawanya menjalani pengobatan secara medis, melainkan membawanya ke pengobatan alternatif, yang awalnya cukup menjanjikan tapi lama kelamaan malah membuat kondisi mata Jason malah memburuk. Akhirnya pengobatan alternatif dihentikan dan dilakukanlah pengobatan medis.

Setelah menjalani pemeriksaan  tambahan seperti pemeriksaan cairan serebrospinal dan Pemeriksaan sumsum tulang, Dokter memutuskan mengangkat mata kirinya. Setelah melakukan operasi pengangkatan mata,  Jason harus menjalani kemoterapi sebanyak 16 kali.

Kemoterapi dilakukan 3 minggu sekali  selama 12 tahap dan 1 bulan sekali untuk tahap ke 13 sampai 16.  Selesai menjalani serangkain Kemoterapi,  Jason tetap harus melakukan kontrol 1 bulan sekali selama setahun. Setelah itu 3 bulan sekali sampai umur 6 tahun, dan 6 bulan sekali setelah melewati usia 6 tahun. Sampai dengan saat ini, Orang tua Jason sangat memperhatikan asupan makanannya, semua yang mengandung pewarna, pengawet, MSG di hindari. Beruntung Jason anak yang sangat mengerti kondisinya, dan hebatnya bocah ini tidak merasa minder dengan kekurangannya, di sekolah pun Ia termasuk anak yang cukup pintar, walaupun pernah terucap dari bibirnya saat melihat temannya makan ‘Fried Chicken’, “ Enak yah Mih (Mami) orang orang mah makannya bebas, gak pernah sakit kayak Acen (Jason menyebut dirinya Acen)”

 

Copy-Paste : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/02/04/jason-bocah-yang-bertahan-hidup-dari-retinoblastoma/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: