Takdir itu tidak bisa diubah…

Published October 25, 2012 by bulbullucu

Siapa yang percaya dengan takdir? Aku percaya. Tuhan sudah menentukan apa pun yang akan terjadi dalam hidup kita. Di saat kita berjalan, Tuhan sudah menentukan langkah ke berapa kita jatuh. Meskipun sudah berusaha berhati-hati, entah bagaimana caranya, kita tetap saja jatuh. Tetapi apa yang kita lakukan setelah kita terjatuh, hanya menangis dan duduk diam saja, atau kita berusaha bangun kembali. Aku percaya ketika kita berusaha merangkak bangkit kembali, akan ada tangan besar yang akan membantu kita berdiri lagi. Tangan itu adalah tangan Tuhan. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita bangun sendiri.

Begitu juga dengan kanker. Aku dilahirkan dalam keluarga dengan riwayat kanker. Rasanya seperti menunggu giliran, entah kapan tiba giliranku atau cukup dilewati dan digantikan dengan yang lain. Tetapi itulah takdirku, aku tidak bisa mengubahnya, aku tidak bisa mengajukan proposal kepada Tuhan untuk memilih keluarga mana yang menjadi tempat aku dilahirkan. Yang jelas, aku tidak menyesalinya, dan aku bahagia hidup selama 31 tahun bersama keluarga ini.

Kanker, sampai saat ini belum ditemukan pengobatan baku untuk penyakit ini. Dari beberapa artikel yang aku baca, tidak ada penyebab pasti mengenai penyakit ini, begitu pula dengan pencegahannya. Ada yang bilang karena banyak mengkonsumsi makanan instan, ada yang bilang karena keturunan, tetapi ada pula yang sudah berhati-hati tetap saja terkena kanker.

Yang penting adalah, apa yang kita lakukan setelah penyakit ini ada di tubuh kita. Apakah kita hanya menyesal? Menangis? Atau hanya cukup menghitung hari sampai penyakit ini  menggerogoti tubuh kita hingga habis?  Kita harus yakin bisa sembuh. Semakin cepat kanker terdeteksi, kemungkinan untuk sembuh semakin besar. Tidak ada kata terlambat untuk sembuh.

Mungkin tahapan pengobatan dari dokter memang cukup berat. Bahkan kita harus bisa menerima keadaan ketika salah satu bagian tubuh yang kita sayangi harus dibuang begitu saja. Mungkin kita harus kuat menghadapi sakitnya efek samping kemoterapi. Dan kita harus bisa menahan malu ketika kita tidak memiliki rambut yang indah lagi karena rontok atau kulit kita menghitam karena efek radiasi.

Tetapi kita harus tetap yakin, ketika kita berusaha dan berdoa untuk sembuh, akan ada tangan Tuhan yang akan membantu kita. Kita harus bisa melaluinya, demi semua orang yang kita sayangi….

—————————————————————————————————————————————————-

Kakak perempuanku, telah divonis kanker payudara stadium II. Dokter menyarankan harus operasi pengangkatan payudara, paling lambat sebulan setelah pemeriksaan terakhir. Aku yakin kemungkinan untuk sembuh masih cukup besar. Semua pasti bisa dan aku yakin kakakku adalah orang yang cukup kuat untuk menghadapinya. Berusaha, berdoa, berusaha, berdoa, berusaha, dan berdoa. Tuhan pasti akan membantu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: