Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Published October 5, 2012 by bulbullucu

 

Kanker payudara memang menjadi momok yang sangat menakutkan. Maklum, di Indonesia kanker ini menjadi pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker mulut rahim (cervical cancer). Bahkan, menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), setiap tahun kanker payudara merenggut 519 jiwa di seluruh dunia.

Penyebab pastinya belum diketahui dengan jelas hingga kini. Meskipun begitu, sejumlah studi menunjukkan deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat mencegah kanker payudara. Karena setiap perempuan berisiko mengalami kanker payudara, kita perlu mengenali dan memahami penyakit ini.

Kanker payudara mempunyai peluang besar terjadi pada wanita dan sulit dideteksi pada tahap awalnya sehingga pengobatan dini sangat sulit dilakukan. Saat kanker payudara telah terdeteksi, penyakit ini sudah mencapai taraf medium yang tentunya sudah parah dan sangat sulit diobati. Karena begitu menakutkanya kanker payudara maka di masyarakat timbul mitos – mitos yang menakutkan dan salah kaprah. Mitos – mitos ini cukup meresahkan para wanita dan sebaiknya anda tahu mitos apa sajakah yang beredar di masyarakat dan fakta sebenarnya sehingga bisa memudahkan proses pengobatan.

Berikut beberapa mitos dan fakta seputar kanker payudara.

  • Mitos: Benjolan = Pertanda Kanker

Fakta: 80 persen benjolan di payudara adalah jinak dan tidak bersifat kanker. Namun, jika menemukan benjolan di payudara, sebaiknya periksakan diri ke dokter dan lakukan mamografi jika dokter menganjurkan. “Untuk amannya, benjolan tak wajar pada payudara dianggap kanker sampai terbukti bukan,” jelas dr Sutjipto Sp(B).Onk, Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ), beberapa waktu lalu, saat bincang-bincang tentang kanker payudara dengan wartawan.

  • Mitos: Merupakan Penyakit Keturunan

Fakta:  Menurut onkolog yang juga founder breastcancer.org, perempuan yang memiliki sejarah keluarga menderita kanker payudara berisiko lebih besar. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui sejarah kanker payudara dari ayah atau ibu. Namun, faktor lain, seperti alkohol, rokok, obat-obatan, dan diet juga bisa memengaruhi kemungkinan seorang perempuan menderita kanker ini.

  • Mitos: Perempuan Muda Lebih Berisiko

Fakta: Meski mulai ditemukan pada perempuan usia 18 tahun, menurut Presiden National Research Center for Women & Families, dr Diana Zuckerman, perempuan usia 40-50 tahun ke atas paling berisiko menderita kanker ini.

  • Mitos: Berdampak Fatal

Fakta: Menurut Zuckerman, kanker payudara sendiri tidak fatal, tetapi jika kanker menyebar ke bagian tubuh lain hingga simpul limpa, paru-paru, bahkan hingga tulang dan darah, ini yang bisa meningkatkan risiko kematian. Jadi, penting dilakukan deteksi dan penanganan dini agar kanker tidak menyebar.

  • Mitos: Mastectomy adalah cara terbaik menyembuhkan kanker payudara

Fakta: Menurut Zuckerman, sedikit sekali perempuan yang terdiagnosa menderita kanker payudara perlu mastectomy (pengangkatan satu atau kedua payudara). Faktanya, sebagian besar perempuan yang melakukan mastectomy tidak memerlukannya. Pasalnya, 75 persen perempuan yang menderita kanker payudara, setiap tahun hanya akan bergantung pada kemoterapi, radiasi, dan lumpectomy (operasi pengangkatan gumpalan dari payudara yang terkena kanker).

  • Mitos: Saluran listrik tegangan tinggi menyebabkan kanker payudara

Fakta: Yang pertama adaah bahwa mitos tinggal disekitar saluran listrik tegangan tinggi dapat menimbulkankanker payudara. Mitos ini menyebabkan kehebohan karena banyak masyarakat yang tinggal dibawah saluran listrik tegangan tinggi. Faktanya, hal ini tidak benar. Penelitian sudah dilakukan dan tidak terbukti medan listrik menyebabkan kanker payudara.

  • Mitos: Kanker payudara dapat disebabkan penggunaan deodoran

Fakta: Ada mitos yang menyebutkan bahwa deodoran menyebabkan kanker. Mitos ini tentu saja salah karena penelitian dari American cancer Society tidak menemukan hubungan antara deodoran dan kanker. Kandungan paraben dalam deodoran juga tidak berbahaya bagi tubuh.

  • Mitos: Wanita berpayudara kecil lebih kecil resiko terkena kanker

Fakta:  Penelitian menunjukkan bahwa ukuran payudara tidak berpengaruh terhadap resiko terkena kanker payudara. Akan tetapi, seberapapun besar payudara anda, pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk mencegah kanker payudara.

  • Mitos: Pencegahan bisa dilakukan untuk kanker payudara

Fakta: Belum ada cara, metode, maupun alat medis yang bisa mencegah kanker payudara. Yang ada adalah pendeteksian dini kanker payudara.

  • Mitos: Wanita dengan berat badan lebih (gemuk) berpeluang besar terkena kanker payudara

Fakta: Faktanya, tidak ada hubungan antara kegemukan dan resiko terkena kanker payudara.

  • Mitos: Memakai bra dengan kawat bisa meningkatkan resiko kanker payudara

Fakta: Mitos menyebutkan bahwa kawat yang ada di bra membuat sistem limfatik payudara tergencet dan membuat tubuh menumpuk racun yang dianggap bisa meningkatkan resiko kanker payudara. Faktanya, hal ini telah dibantah secara luas oleh dunia medis yang telah melakukan banyak penelitian yang membuktikan bahwa kawat pada bra tidak menimbulkan ataupun meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita.

  • Mitos: Wanita yang beresiko tinggi kanker tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa memeriksakan saja

Fakta: Faktanya adalah bahwa jika seseorang beresiko tinggi terkena kanker, maka ada banyak hal yang bisa dilakukan seperti mengubah pola hidup menjadi lebih sehat seperti berhenti merokok dan mulai makan makanan sehat untuk mengurangi resiko tersebut.

 

 

 

Sumber :

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: