Awas, Perokok Pasif Lebih Rentan Terserang Kanker Dibanding Perokok Aktif!

Published October 5, 2012 by bulbullucu

Awas, Perokok Pasif Lebih Rentan Terserang Kanker Dibanding Perokok Aktif!

 

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pusat Dr H Adang Bachtiar MPH DSc mengatakan, para perokok pasif berisiko hingga 12 kali lebih tinggi terkena berbagai penyakit kanker dibandingkan perokok aktif.

“Para perokok pasif berisiko terkena kanker di bibir, kanker paru dan kanker tenggorokan. Biasanya hal itu akan terlihat setelah lima tahun terpapar asap rokok,” katanya saat menjadi pembicara pada seminar nasional bertajuk “Kawasan Tanpa Rokok, Solusi Perlindungan Terhadap Bahaya Asap Rokok” di Kampus Universitas Udayana, Denpasar, Jumat.

Kata Adang, perokok pasif lebih rentan terserang penyakit karena tidak adanya bentuk sistem pertahanan tubuh sebagaimana para perokok aktif.

“Para perokok aktif, ia membentuk mekanisme pertahanan dalam tubuh. Sedangkan yang sekali-sekali terpapar asap rokok, mereka itu tidak punya sistem pertahanan tersebut. Hal ini sudah berdasarkan berbagai penelitian di dunia,” ucapnya.

Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, apalagi berdasarkan Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, hampir 80 hingga 90 persen orang merokok bersama istri dan anaknya di rumah.

Oleh karena itu, menurut dia, akan sangat efektif jika langkah penyadaran bahaya rokok dimulai dengan mengadakan pendekatan pranata budaya.

“Khususnya di Bali, saya lihat pranata budaya ini sangat kuat dan aktif dibandingkan dengan di luar Bali. Sehingga semestinya ketika seorang tokoh adat dan agama mengatakan merokok mempunyai efek yang berbahaya itu akan memberikan dampak yang  sangat luas dalam hal mencerdaskan dan membimbing masyarakatnya,” katanya.

Ia menambahkan, lebih bagus lagi apabila tokoh agama mengatakan bagi yang merokok dan mengabaikan hak orang lain itu sebagai sesuatu yang berdosa.

“Bagi mereka yang sudah terlanjur merokok, setidaknya agar berusaha untuk menjadi sembuh,” ucapnya.

Adang juga memandang penting dibuatnya peraturan pelaksana di bawah aturan Perda Kawasan Tanpa Rokok disesuaikan dengan lingkungan masing-masing.

Misalkan di lingkungan kampus agar para rektor juga membuat aturan bahwa di lingkungan pendidikan bebas asap rokok dan akan dikenakan bagi para pelanggarnya. Demikian juga jika diterapkan di lingkungan pemerintahan dan rumah sakit.

 

 

Copy-Paste : http://www.sehatnews.com/2012/05/28/awas-perokok-pasif-lebih-rentan-terserang-kanker-dibanding-perokok-aktif/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: