Tentang Kemoterapi

Published October 1, 2012 by bulbullucu

Kemoterapi adalah pengobatan penyakit dengan bahan kimia tertentu untuk membunuh mikro organisme atau sel – sel kanker. Fungsi utamanya adalah untuk mengenali dan menghancurkan secara cepat sel-sel kanker yang membelah secara cepat dan tidak terkontrol.

Kemoterapi digunakan sebagai standar protokol pengobatan kanker sejak 1950. Biasa diberikan sebelum dan sesudah pembedahan. Tujuannya adalah membasmi seluruh sel-sel kanker sampai ke akarnya, sampai ke lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh pisau bedah. Namun, kemoterapi juga merugikan sel yang membelah secara cepat dalam keadaan normal, seperti sel-sel pada sumsum tulang, saluran pencernaan, dan folikel rambut.  Hal ini menimbulkan efek samping yang paling umum, yaitu myelosuppression (penurunan produksi sel darah), mucositis (peradangan lapisan saluran pencernaan) dan alopecia (kerontokan rambut).

Prinsip kerja obat-obatan kemoterapi adalah menyerang fase tertentu atau seluruh fase pada pembelahan mitosis pada sel-sel yang bereplikasi atau berkembang dengan cepat, yang diharapkan adalah sel onkogen yang bereplikasi. Obat kemoterami hampir tidak menimbulkan dampak pada sel yang sedang dalam masa beristirahat (tidak melakukan pembelahan), namun terkadang sel-sel rambut dan sel-sel yang sedang aktif membelah lainnya dapat terkena dampak obat ini apabila siklus mitosisnya berada dalam target obat-obatan kemoterapi yang sedang digunakan.

Saat ini terdapat lebih dari 50 macam obat-obatan kemoterapi yang digunakan. Obat-obatan ini dimasukkan ke dalam tubuh melalui infuse intravena, dan suntikan langsung (pada otot, dibawah kulit atau pada rongga tubuh), ataupun dalam bentuk tablet. Kemoterapi dapat diberikan setiap hari, seminggu sekali, tiga minggu sekali, maupun sebulan sekali tergantung jenisnya. Biasanya, antara satu siklus kemo dengan siklus berikutnya diberi jarak atau jeda bagi tubuh untuk pemulihan.

Kemoterapi Pada Pengobatan Kanker

Pada pengobatan kanker, kemoterapi dapat diaplikasikan dengan 3 cara, yaitu:

  1. Kemoterapi sebagai terapi utama (primer) yang memang ditujukan untuk memberantas sel-sel kankernya.
  2. Kemo sebagai terapi ajuvan (tambahan) untuk memastikan kanker sudah bersih dan tak kembali. Biasanya diberikan pada pasien yang baru diangkat tumornya melalui pembedahan ataupun radioterapi.
  3. Kemo sebagai terapi paliatif, yaitu hanya bersifat mengendalikan pertumbuhan tumor dan bukan untuk menyembuhkan/memberantas habis sel kankernya. Terapi ini biasanya dilakukan untuk pasien dengan stadium lanjut (4B) dimana kanker sudah menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh.

Sebelum kemoterapi dilakukan, biasanya dokter akan mengadakan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi penyakit pasien, kondisi kesehatan pasien secara umum, termasuk kesehatan fungsi hati dan ginjal pasien.

Efek Samping Kemoterapi

Yang paling ditakuti dalam kemoterapi adalah efek sampingnya. Ada orang yang sama sekali tidak merasakan efek samping kemoterapi, ada yang mengalami efek samping ringan, atau ada juga yang menderita karenanya. Berat atau ringannya efek kemoterapi tergantung dari beberapa hal,antara lain jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh, kondisi psikis, dan sebagainya.

Jon Barron, seorang pakar teknologi pangan dari Harvard dam MIT, dalam artikelnya yang berjudul,’Chemoterapy, An Interesting Choice,’ menuliskan bahwa kerugian utama kemoterapi adalah bahwa obat-obatan ini tidak hanya membunuh sel-sel kanker yang sedang membelah diri, tetapi semua sel yang membelah diri. Sel-sel sehat yang membelah diri jauh lebih cepat dari sel-sel kanker juga tidak luput. Sebagai contoh, terdapat probabilitas yang tinggi bahwa sel-sel sistem imun tubuh yang cepat membelah diri juga akan mati, yang menyebabkan tubuh kita tidak mampu memerangi penyakit-penyakit lain yang timbul sebagai akibat dari perawatan.

Sel-sel lainnya yang juga tumbuh cepat adalah sel-sel dari sumsum tulang yang memproduksi sel-sel darah, sel-sel di dalam perut dan usus, dan sel-sel folikel rambut, itulah sebabnya mengapa pasien (kemo) biasanya mengalami kerontokan rambut.

Lebih lanjut, dalam kedua peristiwa ini, obat-obatan yang tadinya bertujuan untuk meracuni sistem, justru menciptakan rasa sakit pada pasien. Racun (dari obat-obatan kemo) menyerang sel sel darah dan menyebabkan keracunan darah. Sistem pencernaan menjadi shock tidak terkontrol dan menyebabkan pasien mual, diare, tidak nafsu makan, (perut) kram dan berangsur melemah.

Beberapa obat dapat mengelupaskan seluruh lapisan usus. Organ reproduksi terpengaruh dan dapat menyebabkan kemandulan. Otak kehilangan memori. Rambut rontok. Penglihatan dan pendengaran menurun. Ginjal rusak. Luka muncul di mulut dan tenggorokan. Tubuh berdarah dan mudah memar serta tidak dapat melawan infeksi.

Seringkali fisik pasien tidak kuat sehingga tidak dapat melanjutkan pengobatan. Untuk itu maka saat ini para ahli riset kanker telah berupaya dan berlomba lomba untuk menciptakan obat-obatan baru yang lebih efektif namun relative memiliki efek samping yang lebih minimal bagi kualitas hidup pasien.

Efek samping yang biasa timbul adalah :

  • Lemas

Efek samping yang umum timbul, bisa mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan beristirahat, dan dapat berlangsung selama pengobatan.

  • Mual dan muntah

Terutama untuk beberapa orang yang sangat rentan dengan mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat anti mual.

  • Gangguan pencernaan

Dapat terjadi diare atau sembelit. Bila diare, kurangi makanan berserat, sereal, sayur dan buah, perbanyak minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bila sembelit, perbanyak makanan berserat.

  • Sariawan

Beberapa obat kemoterapi dapat menyebabkan penyakit mulut, seperti terasa tebal atau infeksi.

  • Rambut rontok

Kerontokan rambut bersifat sementara, hanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi. Rambut dapat tumbuh kembali setelah kemoterapi selesai.

  • Otot dan saraf

Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan, mati rasa pada jari tangan atau kaki, dan kelemahan otot kaki.

  • Efek pada darah

Kemoterapi dapat berpengaruh terhadap kerja sumsum tulang yang memproduksi sel darah, sehingga jumlah sel dara menurun terutama sel darah putih. Penurunan sel darah dapat mengakibatkan:

  1. Mudah terkena infeksi, karena jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi, menurun.
  2. Perdarahan, karena menurunnya jumlah trombosit atau keping darah yang berperan untuk pembekuan darah.
  3. Anemia, karena penurunan jumlah sel darah merah, sehingga mengakibatkan lemah, mudah lelah, dan tampak pucat.
  • Kulit menjadi kering dan berubah warna

Kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, dan kuku menjadi lambat tumbuh dan biasanya terdapat garis putih melintang.

  • Produksi hormon

Menurunkan nafsu seks dan kesuburan

Bersamaan dengan kemoterapi, biasanya dokter memberikan obat-obatan untuk menekan efek samping seminimal mungkin. Sebaiknya, pasien menjaga daya tahan tubuhnya dengan asupan bergizi dan suplemen.

Obat-obatan Kemoterapi yang Umum Digunakan

  • Kanker Payudara

Pada kasus kanker payudara, obat-obatan kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk cocktail-perpaduan beberapa obat, seperti:
AC: Antrasiklin & Cyclophosphamide
TC: Taxanes & Cyclophosphamide
AC+Taxol® : Antrasilin, Cyclophosphamide dan Taxol

AC biasa diberikan untuk kasus kanker payudara yang belum menyebar ke kelenjar getah bening (4 siklus) atau sudah menyebar ke getah bening (6 siklus). Biasanya diberikan dalam interval 3 minggu.

TC biasanya diberikan untuk wanita yang terdeteksi kanker payudara stadium awal. Biasa diberikan dalam 4-6 siklus setiap 3 minggu. Efek sampingnya juga lebih rendah daripada AC.

AC+Taxol biasa diberikan dalam bentuk 4 siklus AC yang diikuti oleh 4 siklus Taxol dan biasanya diberikan untuk kanker payudara yang sudah menyebar ke getah bening.

  • Kanker Serviks

Kemoterapi biasanya merupakan standard pengobatan kanker serviks yang sudah menyebar. Obat kemo yang paling sering digunakan adalah Cisplatin, yang biasanya dibarengi dengan radioterapi. Ada obat-obatan kemoterapi lainnya, seperti:
– Carboplatin
– Paclitaxel
– Fluororacil, 5-FU
– Cyclophosphamide
– ifosfamide

  • Kanker Hati

Pada kasus kanker hati stadium lanjut, biasanya penggunaan obat-obatan kemoterapi terbatas manfaatnya karena kebanyakan kasus kanker hati stadium lanjut cukup resistant terhadap banyak obat kemoterapi.

Namun demikian, kemoterapi dapat digunakan pada kasus kanker hati stadium awal. Berikut ini adalah obat-obatan kemoterapi yang umum digunakan di negara maju untuk mengobati kanker hati (hepatocellular carcinoma):

Negara Urutan Pertama Urutan Kedua Urutan Ketiga
Eropa Gemcitabine Oxaliplatin Mitomycin
Amerika Serikat Gemcitabine Bevacizumab Fluororacil
Jepang Epirubicin Gemcitabine Mitomycin
Cina Fluororacil Pirarubicin Oxaliplatin
  • Kanker Paru

Pada kasus kanker paru stadium awal, kemoterapi dianggap cukup efektif dan biasanya dibarengi dengan pengobatan lainnya, seperti: operasi/pembedahan dan/atau radioterapi.

Untuk kasus kanker paru stadium lanjut (NSCLC), kemoterapi biasanya menjadi opsi utama pengobatan untuk jenis kanker paru yang sudah menyebar ataupun ukurannya terlalu besar untuk dioperasi.

Sejak tahun 2006, untuk kasus kasus kanker paru stadium lanjut, biasanya diobati dengan kombinasi obat target terapi bevacizumab (Avastin®) dengan obat kemo berbasis platinum, seperti: Carboplatin ataupun Cisplatin.

  • Leukemia

Kemoterapi biasanya merupakan terapi utama untuk mengobati leukemia, karena tidak dapat dioperasi. Untuk mengobati leukemia, diperlukan kemoterapi yang intensif dan pasien biasanya perlu rawat inap di rumah sakit.

Beberapa protocol regimen yang umum digunakan untuk mengobati kasus leukemia akut adalah:
– daunomycin (Cerubidine) atau idarubicin (Idamycin)
– cytarabine (Cytosar)

Untuk kasus leukimia akut stadium lanjut, biasanya diobati dengan transplantasi sum-sum tulang, ataupun radio-imunoterapi dan adoptive T-cell terapi.

Kiat mengatasi rasa mual akibat kemoterapi

Dalam proses kemoterapi, seringkali Anda kehilangan nafsu makan. Untuk itu ikutilah tips-tips dibawah ini sehingga Anda dapat tetap memperoleh asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh Anda:

  1.  Bila Anda hanya bisa makan bubur, buatlah bubur menado (ikan dan sayur-sayuran). Jangan hanya makan bubur polos.
  2. Untuk mengatasi rasa mual, makanlah dalam jumlah sedikit tapi sering. Makan-makanan seperti: roti pita, crackers, granola bar (seperti soyjoy) dapat menjadi pilihan
  3. Sering seringlah mengkonsumsi snack ringan dari kacang-kacangan, seperti: bubur kacang merah, edamame atau kacang rebus yang kaya protein
  4. Gunakan blender Anda dan berkreasilah membuat smoothies berbahan dasar pisang dan plain yoghurt yang yummy. Anda dapat menambahkan strawberry, blueberry anggur dan kacang-kacangan (kenari, kacang tanah) ke dalamnya. Beberapa jenis obat kanker dapat meninggalkan rasa baal dalam mulut Anda. Mengkonsumsi smoothies selain enak, juga dapat mengurangi perasaaan tidak enak tersebut.

Sumber :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: