Kanker, dan Tumor…

Published September 24, 2012 by bulbullucu

Jumat malam, 21 September 2012, aku mendapatkan kabar dari kakak perempuanku, dokter memperkirakan ada tumor ganas di payudaranya. Dia adalah seorang ibu dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil, usia mereka 2,5 tahun dan 1,5 tahun. Dia berprofesi sebagai guru honorer Bahasa Inggris. Sesaat setelah mendengar kabar itu, terlintas pertanyaan dalam pikiranku, “Kenapa harus dia? Kenapa harus penyakit itu?”

Tumor, dan kanker, adalah penyakit paling menakutkan dalam hidupku. Setahun yang lalu, Ibuku meninggal karena kanker mulut. Beberapa orang dalam silsilah keluargaku meninggal karena penyakit itu. Mungkin kami memang keturunan kanker, yang masing-masing memiliki gen kanker. Kata-kata Kanker dan Tumor sangat membuatku trauma. Dan pasti ada terlintas di pikiranku “Kapan giliran aku?”

Kakak perempuanku, dia memiliki pola hidup paling sehat diantara kami, tiga bersaudara. Dia paling suka sayur, suka buah, jarang makan ayam dan daging. Makanan favoritnya adalah tempe goreng. Dalam setahun, frekuensi dia makan jajanan junk food bisa dihitung dengan jari, karena dia jarang jalan-jalan ke Mall. Bahkan, dia paling sensitif dengan penyedap rasa (MSG). Sejak kecil, bila makan makanan yang terlalu banyak MSG, dia bisa pusing kepala semalaman.. Dia pun paling rajin ke Gereja. Apapun kondisinya, dia jarang absen untuk Misa hari Minggu dan Jumat Pertama. Tapi kenyataannya, tumor masih saja tumbuh di badannya. Mungkin Tuhan terlalu sayang padanya sampai diberi hadiah penyakit itu.

Awal mulanya, setelah dia melahirkan putri keduanya, dia mengeluh ada benjolan di salah satu payudaranya. Waktu itu dia mengira hanya karena air susunya yang tidak bisa keluar. Sejak melahirkan anak pertama, memang air susunya tidak keluar. Entah apa sebabnya, aku kurang tau karena aku belum pernah hamil dan melahirkan. Saat ini, anak keduanya sudah 1,5 tahun, tetapi benjolan itu masih saja ada. Aku pun menyarankan untuk cek ke dokter. Sama sekali tidak terlintas di pikiranku soal tumor, mengingat usia dia baru 37 tahun. Ternyata, berdasarkan cek rontgen dan USG, benjolan itu adalah tumor ganas. Walaupun kecil, sesegera mungkin harus dilakukan pengangkatan atau operasi.

Hari ini, dia menjalani pemeriksaan kembali, namanya biopsi kalau tidak salah, yaitu pengambilan sedikit jaringan untuk dicek di laboratorium.

Semangat,mbak Nana!  Semoga hasilnya baik, kalo memang tidak, ikuti saja saran dokter. Tetep berdoa karena Tuhan menjadikan segala sesuatunya indah pada waktunya.

Gambar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: