Back In His Arms Again

Published February 3, 2014 by bulbullucu
I see it in your eyes
The pain you keep inside
It’s slowly tearing you apart
Though you’ve run away
Reminded day by day
You’ve stumbled and you’ve fallen
Still He’s calling
I believe that He loves you where you are
I believe that you’ve seen the hands of God
I believe that you’ll know it when
You’re back in His arms again
I believe that He never let you go
I believe that He’s wanting you to know
I believe that He’ll lead you ’til you’re back in His arms again
Glad I found you here
‘Cause in between the tears
Something in your eyes shows hope
And I stand before you now
As one that knows about
Coming to Him open and broken
And I know that He’s callin’
He’s callin’ you Home
One life, one love, one way Home
And when you rise and when you fall
He will see you through it all
He is waiting, you are called, back in His arms again.

Mark Schultz

Advertisements

Deja vu

Published June 11, 2013 by bulbullucu

Sudah lama sekali aku tidak update blog ini. Yah, disamping karena sibuk dengan pekerjaan, juga karena memang belum ada ide untuk membuat lembaran tulisan baru di blog ini.

Beberapa bulan ini, ada beberapa peristiwa yang terjadi. Yang pertama, istri dari teman sekantor, divonis kanker rahim. Entah stadium berapa, menurut kabar yang beredar, kankernya sudah menyebar dan sudah menjalani radioterapi sekaligus kemoterapi di Bandung. Peristiwa yang kedua adalah Marko, tetanggaku. Bocah kecil sekitar 4 tahun, harus berjuang melawan kanker. Aku kurang tau gejala awal penyakit Marko. Yang aku tau, memang beberapa bulan yang lalu, ada benjolan besar di sekitar mata kirinya. Benjolan itu semakin membesar, sehingga harus dioperasi beberapa kali. Operasi Marko pun berhasil, sekarang tidak ada lagi benjolan di wajahnya. Mata kirinya pun sudah bisa berfungsi normal. Tetapi itu belum selesai. Marko harus menjalani kemoterapi, entah sampai berapa kali. Kata ibunya, kanker sudah sampai tulang, jadi harus kemoterapi terus sampai benar-benar mengecil. Jadi, tidak bisa dipastikan kapan kemoterapinya berakhir.

Yang aku kagumi dari bocah kecil itu adalah semangatnya. Di sela-sela waktu kemo, dia diperbolehkan pulang ke rumah. Aku lihat dia asyik bermain dengan teman-teman sebayanya. Dia berlari dan tertawa tanpa beban, tanpa kesedihan, dan tanpa rasa sakit. Ya, mungkin dia masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu penyakit kanker sehingga dia pasrah dengan semua metode pengobatan dari dokter.  Mungkin yang dia tahu hanya tidur di kamar penuh selang, dengan beberapa orang berbaju putih berjalan mondar mandir. Dan mungkin saat dewasa nanti, dia pun tidak ingat apa yang terjadi saat itu.

Peristiwa ketiga, tentang kakak perempuanku. Deja vu. Kakakku harus berjuang melawan kanker sama seperti ibuku beberapa tahun yang lalu. Seperti menonton film untuk yang kedua kalinya, aku sudah tau endingnya, tetapi aku masih punya pilihan untuk menghentikan film itu dan membuang CDnya ke tempat sampah.

Sekitar setengah tahun yang lalu, dia divonis kanker payudara stadium II. Masih sangat kecil, kok, hanya sebesar butiran bakso. Masih sangat mudah untuk disembuhkan, kata dokter. Awalnya, dia rajin pergi ke dokter, sampai ada keputusan dari dokter bahwa payudaranya harus dioperasi. Tidak hanya kankernya, tetapi seluruh payudaranya harus diangkat. Disitulah awal kebimbangan dia.  Mulailah dia mencari-cari metode pengobatan yang lain selain operasi. Segala macam pengobatan alternatif dia coba, mulai dari yang paling tidak masuk akal sampai dokter pengobatan herbal.

Dokter itu menggunakan metode pengobatan herbal dari Belanda. Dokter itu sendiri pernah mengalami penyakit kanker, dia berhasil sembuh setelah berobat ke Belanda. Oleh karena itu, dia menerapkan pengobatan yang telah dia jalani dengan membuka praktek bagi penderita kanker di Indonesia. Banyak pasien yang berhasil membuat kankernya mengecil, tetapi tidak untuk kakakku. Kankernya kembali membesar.

Entah apa pengobatan yang kakakku jalani sekarang, yang jelas, sel kanker itu masih membesar……

 

Aku masih berharap ada cerita yang baik di akhir tulisan ini…. Aku sangat menyayanginya….

Kisah Nyata Ibu Peri Asal Indonesia

Published April 16, 2013 by bulbullucu

BUKAN hal mudah bagi Natalia Sutrisno Tjahja melupakan putri satu-satunya yang meninggal dunia. Salah satu cara dia untuk mengobati kesedihan adalah mendirikan Maria Monique Lastwish Foundation. Lewat yayasan yang diberi nama sesuai nama putrinya itu, Natalia mewujudkan last wish (keinginan terakhir) anak-anak berpenyakit kronis di berbagai negara.
Tiga bulan pascagempa besar Haiti pada 2010, Natalia Sutrisno Tjahja mengunjungi negara di Karibia tersebut. Bisa dibilang keberangkatan perempuan 41 tahun itu bermodal nekat. Tanpa visa, Natalia mengunjungi Haiti untuk memberikan bantuan sekaligus mewujudkan last wish anak-anak berpenyakit kronis di salah satu negara termiskin di dunia tersebut.

“Waktu itu saya benar-benar nekat. Saya nggak ada visa. Tapi, saya beruntung dan bersyukur karena ada orang-orang yang mau membantu saya,” jelas Natalia saat ditemui di Jakarta.

Natalia mengisahkan, dirinya tergerak untuk mengunjungi Haiti setelah melihat maraknya pemberitaan yang terkait dengan gempa Haiti. Namun, dia paham bahwa kondisi negara tersebut tengah kacau-balau. Di samping itu, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Haiti. Otomatis, Natalia tidak mungkin mendapat visa untuk pergi ke sana.

Perempuan berkacamata itu tidak kehabisan akal. Dia lantas mencari cara dengan menghubungi rekannya yang merupakan salah satu pendiri yayasan sosial Melissa”s Hope Foundation Jean-Pascal Bain. Bain telah berada lebih dulu di Haiti dan membangun sejumlah selter untuk membantu para korban gempa, termasuk anak-anak.

Selain Bain, Natalia juga mengajak teman yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial, yakni Hunter Kinkead. Dia adalah musisi kulit hitam dari Amerika Serikat. Mereka pun ditemani seorang kawan Natalia, yakni Evanni Jesslyn, yang juga tertarik untuk mengunjungi negara tersebut. Akhirnya, Natalia, Hunter, dan Evanni berangkat ke Haiti.

Dengan menempuh perjalanan sekitar 30 jam, ketiganya tiba di Bandara Port-au-Prince, Haiti. Menurut Natalia, kondisi bandara saat itu mirip dengan medan perang. Semua yang berada di bandara adalah tentara berseragam serta para dokter dan perawat yang siap menolong korban perang. “Hanya kami bertiga yang pakaiannya kayak turis. Iki sopo, iki kok malah fashion show di tengah kondisi kayak gini,” kata perempuan dari Semarang itu.

Begitu tiba, mereka langsung menuju loket imigrasi. Mereka sudah siap dengan risiko ditolak masuk ke negara tersebut. Benar saja, begitu pihak imigrasi mengetahui bahwa mereka tidak punya visa, ketiganya dilarang memasuki Haiti.

“Tapi, saya bilang, kami sudah jauh-jauh ke sini. Saya menempuh perjalanan 30 jam untuk sampai ke sini. Memang Indonesia tidak ada dalam list, tapi saya kemari karena saya mau membantu 19 unfortunate kid (anak yang kurang beruntung, Red) yang sakit kanker. Akhirnya, mereka mau mengerti. Saya lega banget,” urainya.

Bersama Jean-Pascal Bain, mereka menuju lokasi selter Melissa”s Hope Foundation. Dalam perjalanan menuju ke sana, Natalia menyaksikan demonstrasi di mana-mana. Ketika melewati area dengan papan bertulisan “Restricted Area UN (United Nations)”, Natalia merasa tertarik. Dia kemudian meminta Bain berhenti sejenak. Natalia dan dua rekannya lantas mendekati kawasan tersebut.

“Waktu kami mendekat, banyak orang yang nunjuk-nunjuk kami. Mereka menyuruh kami pergi. Tak tahunya, ternyata area tersebut penuh ranjau darat. Kami kaget bukan main. Beruntung kami diingatkan,” jelasnya.

Meski sempat shock, mereka lantas melanjutkan perjalanan. Sesampai di selter Melissa”s Hope Foundation, Natalia segera mendatangi sejumlah anak yang akan menerima bantuannya. Pada waktu yang hampir bersamaan, Natalia bisa mendirikan Maria Monique Happy Room di Haiti.

“Padahal, waktu itu Haiti sedang dilanda badai Thomas. Semua tergenang banjir. Happy room itu menjadi tempat bermain pertama yang ada di sana yang dilengkapi kolam renang. Sampai sekarang, saya merasa bersyukur bisa sampai ke sana,” ujarnya.

Maria Monique Happy Room merupakan bagian dari Maria Monique Lastwish Foundation. Happy room berbentuk sebuah ruang yang berisi permainan-permainan edukatif untuk menghibur anak-anak berpenyakit kronis dan anak-anak cacat yang kurang beruntung.

Dalam waktu dua tahun, Natalia sudah memiliki 80 Maria Monique Happy Room yang tersebar di Indonesia serta beberapa negara lain, antara lain Vietnam, Thailand, India, Afrika Selatan, dan Haiti.

Tempat-tempat yang disasar Natalia untuk mendirikan happy room tidak sekadar tempat pada umumnya. Beberapa happy room berada di desa-desa terpencil. Yang paling ekstrem, Natalia mendirikan happy room di wilayah konflik seperti Haiti.

“Kami juga mendirikan happy room untuk anak-anak korban letusan Gunung Merapi. Terakhir, kami baru saja membuka Maria Monique Happy Room di Pulo Gadung, Jakarta,” terang dia.

Awalnya Natalia mendirikan yayasan tersebut karena terinspirasi putri kecilnya yang bernama Maria Monique. Putri tunggal Natalia tersebut harus mengalah pada penyakit infeksi paru-paru ketika usianya masih cukup belia, yakni 7,5 tahun.

Untuk menyembuhkan putrinya, Natalia sudah habis-habisan. Hampir seluruh harta bendanya ludes untuk membiayai pengobatan putrinya di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura. “Sampai rumah saya ikut dijual,” kenang Natalia.

Maria Monique terserang penyakit infeksi paru-paru pada 1 Januari 2006. Awalnya Maria dirawat jalan dan akan menjalani operasi di Indonesia. Namun, batal karena sang dokter tengah cuti. Saat itu jantung Maria sempat berhenti berdenyut. Keajaiban lantas terjadi, Maria kembali hidup. Tanpa berpikir panjang, Natalia membawa Maria ke Singapura. Sampai di sana, Maria langsung menjalani perawatan intensif. Tidak lama kemudian, jantung Maria kembali berhenti untuk kali kedua.

Ketika Maria kembali hidup, Natalia dihadapkan kenyataan pahit bahwa biaya pengobatan anaknya mencapai sekitar Rp 2,5 miliar. Natalia bingung bukan kepalang.

Sebab, uangnya tinggal Rp 8 juta di dompet. Sejak saat itu, Natalia hidup serba kekurangan. Namun, dia tidak sedikit pun kehilangan keyakinan kepada Tuhan. Satu per satu keajaiban terjadi. Pihak rumah sakit menggratiskan biaya dokter yang mencapai Rp 1 miliar.

“Setidaknya beban saya sudah berkurang meski masih kurang Rp 1,5 miliar lagi. Tapi, saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter di Singapura,” ujarnya.

Keajaiban berikutnya terjadi. Suatu hari wartawan The Strait Times Singapura Marc Lim mendengar kisah Natalia. Sang jurnalis memuat kisah Natalia dan anaknya di medianya. Tidak lama, media-media lain ikut meliput kisah perjuangan ibu dan anak itu. Salah satunya, The Singapore Women”s Weekly.

Para jurnalis juga menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Maria. Bukan hanya itu, efek pemberitaan kisah Natalia dan putrinya ternyata cukup masif. Banyak dermawan yang lantas membantu biaya pengobatan Maria. Namun, ternyata Tuhan punya rencana lain. Sebab, pada 27 Maret 2006 Maria dipanggil-Nya.

Kesedihan yang mendalam dirasakan Natalia karena kehilangan putri satu-satunya itu. Meski begitu, hal tersebut tidak membuatnya kecewa kepada Tuhan. Natalia memilih memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Dia yakin, Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk dirinya. Seratus hari kemudian, Natalia mendapatkan jawaban. Dia seolah mendengar bisikan putrinya.

“Dia bilang, “Mom, go around the world, find the unfortunate kids and give them happiness (Mama, pergilah berkeliling dunia, temukan anak-anak yang kurang beruntung dan beri mereka kebahagiaan)”,” ujar mantan direktur sebuah agen perjalanan itu.

Berdasar bisikan tersebut, Natalia memantapkan diri untuk mendirikan Yayasan Maria Monique. Yayasan tersebut berdiri pada Desember 2006 dengan dana seadanya. Saat itu Natalia mengaku hanya memiliki USD 50 atau sekitar Rp 500 ribu.

Dengan modal seadanya tersebut, Natalia yakin yayasannya bisa berkembang. Keyakinan Natalia tidak salah. Sampai saat ini, Natalia sudah membantu mewujudkan keinginan terakhir belasan ribu anak-anak dari usia 5 hingga 15 tahun dengan penyakit kronis di seluruh dunia menjelang masa-masa terakhir mereka di dunia.

Belasan ribu last wish tersebut pun berbagai macam. Salah satunya, bocah berusia 12 tahun bernama Zulfikar. Bocah tersebut menderita kanker tulang belakang stadium akhir. Last wish Zulfikar adalah ingin menjadi pilot. Karena itu, Natalia pun membantunya mewujudkan keinginannya tersebut. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membantu Natalia dalam memenuhi cita-cita Zulfikar.

“Jadi, ada kopilot Okki dan Bapak Hotma yang datang mengunjungi Zul. Mereka memberikan topi dan pin pilot. Zul pun sangat senang. Dia mengenakan topi dan pin tersebut sampai akhirnya meninggal 15 hari kemudian,” jelasnya.

Karena kerap membantu anak-anak kurang beruntung di berbagai belahan dunia, Natalia berteman baik dengan para duta besar negara-negara sahabat seperti Vietnam, Myanmar, Jepang, Afrika Selatan, dan Italia. Bahkan, pada pembukaan Maria Monique Happy Room ke-80 di Pulo Gadung, Dubes Afrika Selatan menyediakan mobil dinasnya untuk mengangkut barang-barang perlengkapan happy room.

Berkat kiprahnya, Natalia sering mendapat bantuan dari berbagai pihak. Misalnya, Natalia menggelar acara Maria Monique Lastwish Foundation yang berjudul Thanks Singapore. Semula Natalia hanya berniat mengucapkan terima kasih kepada Singapura yang sudah membantu banyak ketika dirinya berjuang menyembuhkan putrinya.

Karena itu, dia mencari anak-anak penderita kanker yang kurang beruntung di Singapura. Berkat bantuan seorang teman, dia mendapat 40 anak yang last wish-nya akan diwujudkan yayasannya. Dari situ, Natalia diperkenalkan kepada seorang perempuan bernama Indah Papan. Ternyata dia adalah istri chief surgery di National University Hospital (NUH). Akhirnya, NUH-lah yang mengurusi acara tersebut.

“Saya hanya tahu jadinya nanti seperti apa acaranya. Acara itu didukung banyak donatur seperti Ibu Obin Komara, Lisa Mihardja, Ibu Dubes Afrika Selatan Edith Lehoko, Ibu Dubes Yunani Clara Pek Veis, artis Asty Ananta, Sanjay Bhojwani, dan para donator perseorangan di Singapura dan Indonesia,” tuturnya.

“Saya bersyukur sekali banyak yang membantu saya. Termasuk, para TKI yang bekerja di Taiwan. Mereka urunan untuk membantu yayasan saya ini,” tambah dia.

Kisah Ibu Peri Asal Indonesia yang Mewujudkan Last Wish Anak-anak Berpenyakit Kronis
Natalia S Tjahja (baju hitam berkacamata sebelah kanan), dalam acara Thanks Singapore di National University Hospital Singapura
Sumber :

Manfaat Buah Sirsak / Sirsat Sebagai Obat Kanker

Published November 22, 2012 by bulbullucu

Berikut uraian kandungan gizi dan kegunaan buah, bunga dan biji  sirsak / sirsat untuk kesehatan terutama untuk pengobatan kanker, ambeien, sakit liver, bisul, eksim, rematik, sakit pinggang, dll

Nama Umum : Buah sirsak / sirsat
Nama Latin :  Annona muricata L

Nama lain : Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda)  guanábana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa. Kandungan Gizi  buah sirsak adalah sbb:
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.

Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.

Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).

Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.

Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.

Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).
Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencerna

Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.

Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:

1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.

2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.

3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.

5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.

6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.

Resep2 pengobatan tradisional dengan sirsak sbb

1. Pengobatan Kanker.
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan
lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

2 Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.

3.  Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.

4.  Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

5. Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.

6. Anyang-anyangen.
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.

7. Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.

8. Penyakit Liver.  Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu

9. Eksim dan Rematik.  Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit

10. Bunga sirsak dapat digunakan utk menyembuhkan katarak tapi bagaimana penggunaannya saya belom tau.  Kalo saya sudah dapatkan resepnya akan saya tambahkan di sini.

 

Khasiat Sirsak 10.000X Lebih Kuat dari Kemoterapi Kanker

Post

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya:

* Kanker Usus Besar
* Kanker Payu Dara
* Kanker Prostat
* Kanker Paru-paru
* Kanker Pankreas.  

Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat anti kanker di dalam tanaman sirsak adalah 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.

Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik.

Sejak 1976, graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yang berbeda dan dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah: graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh atau terganggu.

Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.

Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.

Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:

* Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
* Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
* Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
* Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
* Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
* Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.

Kisah lengkap tentang graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai bonus terbitan Health Sciences Institute (http://www.ewellnesspro.com/pdf_files/Beyond%20Chemotherapy.pdf ).
Buah Sirsak Untuk Mencegah Kanker

Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah.
Daun Sirsak Untuk Penyembuhan Kanker

Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air (600cc) dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas (200cc) saja. Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Efek meminum ramuan daun sirsak adalah perut akan terasa hangat/panas dan badan berkeringat deras.

Obat herbal yang berasal dari daun sirsak ini bukanlah obat instan, pasien memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu dengan meminumnya secara rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.

 

 

Copy-Paste :

http://kaahil.wordpress.com/2011/04/08/kandungan-khasiat-dan-manfaat-daun-buah-sirsak-resep-pengobatan-untuk-kanker-prostat-pankreas-dan-paru-paru-mengobati-sakit-pinggang-bayi-mencretambeien-bisul-anyang-anyanganliver-e/

Medis vs Alternatif..

Published November 5, 2012 by bulbullucu

Kanker masih dianggap sebagai penyakit mematikan saat ini. Belum ada penyebab secara pasti dan belum ada cara pencegahan yang tepat untuk penyakit itu. Dalam kedokteran, tahapan pengobatan yang dilakukan adalah operasi, kemoterapi dan radioterapi. Tahapan pengobatan tersebut merupakan tahapan baku setiap rumah sakit untuk menangani pasien kanker. Hanya saja perlu tidaknya operasi dan dosis kemoterapi maupun radioterapi tergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahan kanker tersebut.

Pengobatan secara medis dianggap menyakitkan, dan tentu saja tidak luput dari efek samping. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memilih pengobatan alternatif sebagai pilihan kedua. Saat ini banyak sekali ditawarkan berbagai macam pengobatan alternatif, dan sebagian besar memang hanya berdasarkan pengalaman beberapa orang saja, belum melalui penelitian secara ilmiah.

Pengobatan alternatif tidak buruk, ada beberapa yang sudah diakui secara medis. Seharusnya pengobatan alternatif bisa berjalan bersama dengan pengobatan medis. Bahkan di pusat pengobatan herbal di Guangzhou,pengobatan alternatif yang saling melengkapi dengan pengobatan medis, bukan pengobatan alternatif yang berdiri sendiri.

Namun, apa yang terjadi di Indonesia? Pada saat mendapatkan informasi mengenai tahapan pengobatan dari dokter, biasanya justru malah lebih memilih untuk berobat alternatif dahulu. Bahkan malah memilih untuk meninggalkan medis sebagai pengobatan utamanya. Keyakinan bahwa tidak ada efek samping dan efek perasaan lebih baik menjadi alasan utama mereka.

Lalu apa benar, pengobatan alternatif tidak ada ruginya? Kerugian ini timbul bukan dari pengobatan alternatif itu sendiri, tetapi justru dari ketidaktahuan pasien itu sendiri. Untuk pasien kanker, daripada mendapatkan tahapan pengobatan yang menyakitkan dari rumahsakit, biasanya lebih memilih untuk berobat alternatif. Ketika tidak ada perkembangan yang berarti, barulah pasien kembali lagi ke pengobatan medis. Tetapi perlu diketahui, untuk melawan penyakit kanker, kita berlomba dengan waktu. Semakin menunda tindakan pengobatan, maka penyakit kanker itu semakin diberi peluang untuk merajalela. Sementara pada pengobatan alternatif, lebih cenderung bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, bukan menyembuhkan. Maka tidak heran jika ada pasien divonis oleh seorang dokter mengidap penyakit kanker stadium 2 lalu lebih memilih pengobatan alternatif dahulu, ketika tidak ada perubahan, pasien kembali lagi ke dokter dengan kondisi kanker sudah mencapai stadium 4.

Biaya pengobatan medis yang mahal tentu menjadi alasan untuk meninggalkannya. Lalu apakah pengobatan alternatif lebih murah? belum tentu. Ada terapi alternatif yang malah akan menyedot biaya yang lebih besar daripada kemoterapi atau radioterapi.

Oleh karena itu, jadilah pasien yang cerdas. Pilihlah dokter dan rumah sakit yang cukup kompeten dalam menangani penyakit kanker. Jangan sampai kita dilempar-lempar dari satu rumahsakit ke rumahsakit lain hanya karena keterbatasan alat. Begitu pula dengan pengobatan alternatif, jangan sampai kita sibuk memilih terapi alternatif yang cocok sementara kita harus berpacu dengan waktu dalam melawan kanker.

 

 

Sumber :

Gejala Kanker ?

Published November 2, 2012 by bulbullucu

Bulan November, bulan arwah bagi kami penganut agama Katolik. Bulan ini, doa-doa misa dan ibadat lebih banyak ditujukan bagi orang-orang sakit dan yang sudah meninggal. Biasanya, Ibuk tidak pernah lupa mendoakan Bapak yang sudah 9 tahun lebih dulu dipanggil Tuhan.

Penikahan Ibuk dan Bapak adalah perjodohan dari orang tua Ibuk. Kalau mendengar cerita kisah cinta mereka, memang sangat unik. Bapak lebih tua 14 tahun daripada Ibuk. Bapak yang saat itu berusia 35 tahun melamar Ibuk yang masih 21 tahun. Awalnya Ibuk tidak mau, tetapi karena Ibuk tidak mau melawan orang tuanya, akhirnya Ibuk bersedia. Tiga bulan berpacaran, dan dengan perjuangan yang tidak mudah, akhirnya mereka menikah pada bulan Maret 1969.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ibuk bukan orang yang romantis. Tetapi Ibuk memiliki kesetiaan yang sangat besar kepada Bapak. Bapak memiliki karakter yang cukup sulit, Bapak orang yang sangat keras, dan semua harus sesuai dengan apa yang Bapak mau. Tetapi hanya Ibuk yang bisa memahami Bapak. Ibuk dengan setia menunggu Bapak ketika Bapak harus tugas keluar kota, sampai Ibuk merawat Bapak yang sudah sakit. Ya, mungkin itulah cinta yang standar untuk orang yang berumah tangga. Tetapi itulah yang membuat kami berlima merasa bahagia dalam keluarga ini. Apa pun keadaannya…

Satu hal yang aku sangat membuat aku sangat merindukannya. Ibuk sangat mengutamakan Bapak dan anak-anaknya, sampai tidak sempat untuk memikirkan diri sendiri. Saat makan, Ibuk selalu menyendokkan nasi untuk Bapak kemudian untuk anak-anaknya dahulu, setelah itu baru untuk Ibuk sendiri. Kalau nasi habis, Ibuk menunggu anak-anaknya selesai makan, nanti kalau kami tidak habis, baru Ibuk menghabiskannya. Bahkan di saat tersulit keluarga kami, Ibuk dan Bapak bersedia hanya makan dengan sambal supaya anak-anaknya bisa makan telor dan minum susu setiap hari.

 

Ibuk sering mengeluh sakit di bagian dada

Kakak perempuanku pernah cerita, Ibuk pernah merasakan sakit di bagian dadanya. Waktu itu aku masih sangat kecil, mungkin sekitar usia 2 tahun. Ibuk merasa dadanya sakit sekali. Bahkan Ibuk sampai menangis waktu itu sambil berdoa, kalau Ibuk masih ingin hidup untuk membesarkan anak-anaknya. Ajaib, Tuhan mengabulkannya. Seketika Ibuk memiliki kekuatan kembali. Ibuk tidak merasa sakit lagi. Hal ini pun Ibuk rahasiakan dari Bapak.

Ibuk pun menjalani aktivitas seperti biasa. Waktu aku duduk di bangku SMP, Bapak jatuh sakit. Bapak menderita diabetes. Kadar gulanya lebih dari 530, dan sempat tidak sadarkan diri. Enam tahun, Bapak sakit sampai akhirnya dipanggil Tuhan pada 4 Maret 2002.  Enam tahun, Ibuk merawat Bapak dan bolak balik menunggu Bapak di RS. Bisa dikatakan kami sangat terlantar waktu itu, kami harus menyiapkan sarapan sendiri, mencuci baju sendiri, memasak nasi sendiri. Tetapi tidak ada rasa lelah, karena yang kami lihat adalah cinta dan kesetiaan yang sangat besar untuk Bapak.

Setelah Bapak meninggal, Ibuk menjadi single parent untuk aku dan kakak perempuanku. Sementara kakak laki-lakiku sudah bekerja dan sudah menikah. Aku tahu, beban Ibuk sangat berat saat itu. Ibuk hanya menerima setengah dari pensiun Bapak yang tidak seberapa, ditambah uang kos-kosan yang tidak seberapa pula, sementara Ibuk harus membiayai hidup dua orang anak perempuan yang masih harus menyelesaikan kuliah.

Sejak saat itu, fisik Ibuk mulai berubah. Ibuk cepat merasa lelah, pusing, dan satu lagi, Ibuk mengeluh lagi dadanya sakit. Ya, waktu itu kami hanya bisa menyarankan Ibuk untuk berobat ke puskesmas. Sama sekali tidak ada pikiran untuk ke RS, karena dana yang pas-pasan. Tetapi Ibuk hanya cukup tidur saja, dan rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya.

Sejak Ibuk divonis menderita kanker di lidah, semakin sering pula Ibuk mengeluh sakit di dada. Entah apakah itu merupakan salah satu gejala penyakit kanker atau bukan. Waktu itu tidak ada penjelasan dari dokter juga mengenai itu…

 

 

Sikap Melawan Kanker

Published November 2, 2012 by bulbullucu

Semua bicara tentang pengobatan kaker. Perang melawan kanker. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi?

Sesungguhnya semua dari kita punya kanker. Dari hampir 100 trilyun sel kita ada saja sel kankernya. Jadi kita tidak bersih dari kanker. Hanya bila kita diperiksa dengan CT Scan akan dinyatakan sehat. Mengapa? Karena jumlah sel kanker kita tidak cukup banyak untuk bisa dideteksi. Baru setelah kita punya jutaan sel kanker, CT Scan mulai bisa melihatnya. Demikian juga seorang penderita kanker yang sudah dinyatakan sembuh dan terbebas dari kanker oleh seorang dokter, tidak berarti ia benar-benar tidak mempunyai kanker. Kita sering mendapati, seseorang setelah dinyatakan sembuh ternyata muncul kanker di tempat yang lain. Ya memang begitulah adanya.

Lalu dimana sel-sel kanker yang ada di tubuh kita,  kok kita tetap merasa dan dinyatakan sehat. Perkembangan sel kanker tersebut ditahan dan dimusnakan oleh tentara pertahanan kita yang tergabung dalam sistem kekebalan tubuh. Jadi sistem kekebalan manusia sebenarnya telah mampu menangkal sel kanker agar tidak bisa berkembang. Saat kita dinyatakan sakit itu menunjukkan sistem kekebalan kita, dengan berbagai sebab, telah kewalahan melawan sel-sel kanker. Secara garis besar penyebabnya adalah turunnya daya tahan tubuh (sistem kekebalan) serta adanya kondisi yang kondusif dimana sel kanker bisa tumbuh lebih subur. Ini sekali gus mengingatkan kita yang “masih merasa” sehat.

Jadi perang melawan kanker sebenarnya adalah pertempuran sengit antar sel dengan medan perang tubuh Anda. Yaitu antara sel-sel pertahanan melawan sel-sel yang  tidak tunduk pada aturan. Memang merepotkan. Salah tembak, teman (sel sehat) ikut hancur. Tidak ditembak musuh segera menguasai. Sangat rumit.

Tapi tenanglah dahulu. Itu semua bukanlah vonis mati bagi Anda. Ada yang lebih memperparah kondisi. Apa itu?

Kita ambil contoh.

Seorang ibu muda, atraktif, sehat jasmani rohani. Ya… Dia memang merasa sehat. Seluruh kehidupan berjalan lancar, setiap hari bekerja dengan semangat tanpa ada gangguan. Hidupnya sejahtera. Suatu saat dia mengetahui bahwa di payudaranya terdapat benjolan sebesar anggur kecil. Tapi ia tak terlalu peduli. Kegiatan keseharian berjalan normal seperti biasa. Setelah hampir 1 tahun kemudian benjolan tersebut ternyata agak membesar dan merasa sedikit nyeri. Dia mulai curiga. Jangan-jangan ia terkena kanker. Tetapi kondisi seharian tetap berjalan seperti biasanya. Dari obrolan dengan teman sekantornya, dugaan semakin menguat bahwa ia terkena kanker. Ia menjadi panik. Ia pulang cepat dari kantor langsung berkunjung ke dokter spesialis kanker – onkologis. Dari pemeriksaan mammography dan biopsy….. si ibu dinyatakan kanker payudara. Seperti jurus stadar, sang dokter menyarankan sesegera mungkin dilakukan operasi, kemoterapi atau radioterapi. Mulai saat itu si ibu muda atraktif ini melihat dunia menjadi suram. Pikiran sangat kacau. Dia membayangkan hidup tak kan lama lagi. Dan keluarga pasti berantakan. Dia merasa tak punya waktu lagi. Anjuran dokter diambil begitu saja. Keluarga mendukung. Biaya dipikir belakangan, entah jual apa. Yang penting jiwa cepat tertolong. Dia mencari resep ajaib yang langsung bisa menyembuhkan kankernya. Inilah yang secara umum dihadapi penderita kanker.!!

Mari kita lakukan kilas balik dan berenung. Sebelum dinyatakan kanker, kehidupan si ibu biasa-biasa saja. Kegiatan kesehariannya normal. Seketika setelah dinyatakan kanker, dunianya menjadi suram. Panik, stress, satu kondisi psikologis yang sangat tidak menguntungkan. Dan bisa lebih membahayakan dibandingkan kankernya sendiri. Apa artinya? Beban menjadi 2 kali lebih berat. Dalam kurun waktu, system pertahanan tubuh semakin hancur lagi. Akibatnya Anda bisa memprediksi.

Padahal, untuk menjadi satu butiran lebih kecil dari anggur, satu sel kanker membutuhkan waktu sekurangnya 3 tahun. Jadi Si Ibu sebenarnya sudah menderita kanker sekitar 4 tahun dan kondisi kesehariannya biasa saja. Sekarang dia merasa tidak punya waktu sama sekali bahkan untuk berpikirpun.

Kami tidak ingin katakan, abaikan saja kanker itu dan kamu akan hidup normal. Tapi ingin menunjukkan, timbulnya beban berat yang membuat hidup Si Ibu menjadi lebih menderita dibandingkan akibat kanker itu sendiri. Setidaknya, sampai diketahui, bahwa dia menderita kanker, Si Ibu bisa tetap hidup enjoy .

Untuk itu kami menyarankan hal-hal di bawah ini:

  1. Berikan komitmen total untuk memerangi kanker Anda.
  2. Carilah informasi baik di bidang medis maupun lainnya agar Anda dapat memilih cara – metode yang tepat dan efektif.
  3. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Tetapi juga jangan tledor dan buang waktu.
  4. Hindari stess. Stress tidak akan pernah membantu proses penyembuhan Anda, bahkan sebaliknya.
  5. Rubahlah pola hidup Anda.
  6. Dekatkan diri Anda pada Sang Pencipta. Karena Dia lah yang mnentukan segalanya.

Mengapa Anda harus memberikan komitmen total.

Ini adalah pertempuran Anda. Semua kebijakan ada di tangan Anda dan harus Anda yang kendalikan. Dokter dan kami hanya membantu. Anda menang, Anda akan sehat kembali. Anda kalah, itulah pertempuran akhir dan cerita akhir Anda. Penyesalan sudah tak berarti lagi. Walau demikian sikap tenang sangat diperlukan. Karena dengan ketenangan keputusan-keputusan yang Anda ambil biasanya lebih banyak berdasarkan nalar dari pada dorongan emosional.

Memang Anda memerlukan dokter atau herbalis yang baik untuk ini. Dengan berat hati kami harus katakan, dokter dan herbalis yang Anda cari tidak ada. Dengan segala alasan dan latar belakangnya, semua mempunyai motif dan kepentingan sendiri-sendiri. Dan “Maaf”. Tidak sedikit yang hanya melihat uang Anda.

Tapi jangan berkecil hati. Dokter terbaik sebenarnya adalah Anda sendiri. Anda yang memberikan komitmen total. Anda yang tak henti-hentinya berjuang. Anda yang tak pernah putus asa. Anda yang mau merubah gaya hidup.

Carilah informasi baik di bidang medis maupun lainnya.

Ini sangat penting. Karena segala apa yang Anda putuskan sangat menentukan kondisi dan hasil pertempuran ini. Jangan terbawa oleh kabar burung hanya karena pernah ada yang mengalami sukses. Itu hanya perkecualian. Perkecualian memang selalu ada disekeliling kita. Tetapi perkecualian janganlah dijadikan aturan. Bila tetangga Anda menabung di bank X mendapat hadiah mobil dan Anda ikut menabung di bank yang sama apakah akan mendapat hadiah mobil juga? Walau dikatakan setiap penabung mempunyai kesempatan yang sama.  Carilah cara penyembuhan yang secara umum terbukti banyak sekali yang telah berhasil. Sehingga Anda tinggal mempelajari, mengapa si A berhasil dan si B kurang – tidak berhasil. Mungkin kedisiplinannya. Mungkin ada faktor-faktor lainnya. Sehingga Anda bisa lebih mudah mengambil sikap yang benar.

Bila Anda ada kecurigaan atau dicurigai menderita kanker, pikiran pertama pada umumnya memeriksakan diri ke dokter. Ini adalah langkah yang benar. Karena alat alat deteksi yang mutakir berada di tangan dokter. Dengan demikian Anda akan mengetahui lebih pasti bagaimana penyakit Anda. Seberapa besar dan seberapa kuat sel-sel musuh sudah menguasai organ tubuh Anda. Tetapi Anda juga harus tahu, bahwa metode-metode medis juga masih banyak keterbatasannya. Selain itu secara umum metode yang digunakan merupakan intervensi ke dalam pertempuran itu. Artinya mereka mengirim senjata pemusnah dari luar, bukan membantu – meningkatkan sistem kekebalan yang ada. Efek dari metode semacam ini tentu bisa mengenai kedua belah pihak yang sedang bertempur.  Walau pasti sudah dipikirkan bagaimana penyerangan dilakukan sepresisi mungkin. Cara yang biasa digunakan untuk memerangi sel kanker oleh para dokter adalah operasi, kemoterapy (chemotherapy) dan radioterapi (radiotherapy).  Apakah operasi, kemoterapi dan radioterapi itu?

Diumpamakan tubuh kita sebagai kebun penuh tanaman dan rerumputan berguna dalam ekosistem ideal. Kemudian muncul rumput alang alang (sel kanker) dengan akarnya kemana-mana, merusak dan membunuh tanaman sekitar dengan cepat.

Operasi : Mengambil akar alang alang beserta tanah sekitarnya. Bila akar masih tersisa, maka alang alang akan tumbuh kembali. Biar lebih yakin agar tidak ada akar ketinggalan, pengambilan tanah menjadi lebih lebar. Saat mengambil tanah ini tentu banyak tanaman dan akar-akar lain yang sangat berguna ikut keambil. Dalam praktek, misal operasi kanker payudara, maka akan hilang payudaranya. Setidaknya ia sudah tidak bulat lagi.

Kemoterapi: Memberikan cairan zat kimia  agar akar alang alang mati. Tidak dapat dihindari pasti ada akar-akar tumbuhan berguna lain ikut terkena akibatnya.

Radioterapi: Membakar akar alang alang. Mirip halnya dengan kemoterapi, pasti ada tumbuhan berguna lainnya yang ikut terbakar. Disamping itu dengan radiasinya radioterapi  bisa merangsang tumbuhnya sel kanker baru.

Walau masih banyak keterbatasan, selayaknya kita memberi apresiasi tinggi pada metode penanggulangan kanker di atas. Metode tersebut telah menolong dan masih akan terus menolong jutaan manusia penderia kanker. Kita hendaknya juga harus optimis bahwa dengan berjalannya waktu, mungkin dengan masuknya teknologi nano, metode-metode yang ada akan terus lebih baik dan mendekati kesempurnaan. Semoga Tuhan selalu menuntun mereka yang berusaha.

Jangan tergesa-gesa, tapi juga jangan teledor dan membuang waktu.

Saat Anda tidur, sel-sel kanker tidak ikut tidur. Mereka sudah bertekat menyerang dan menguasai organ-organ tubuh Anda dan baru berhenti setelah memenangkan pertempuran secara total. Sebaliknya sel-sel kekebalan di tubuh Anda saat ini dalam kondisi kewalahan.

Semua ini adalah benar. Namun, sebelum Anda dinyatakan kanker sebenarnya Anda sudah bertahun-tahun menderita kanker tersebut. Jadi mengambil waktu 2 – 3 minggu berpikir untuk mengambil sikap sangatlah tidak merugikan Anda. Kesalahan mengambil sikap bisa berakibat sangat buruk bagi Anda, atau bahkan kematian. Setidaknya Anda justru telah membuang waktu karenanya. Termasuk bila menkonsumsi herbal yang tidak efektif untuk pertempuran ini.

Hindari Stress

Hindari dan jauhilah stress. Stress tidak akan pernah bisa membantu proses penyembuhan tetapi sebaliknya

Mudah mengatakannya tetapi bagi yang sedang mengalami – menderita kanker sulit untuk melaksanakan. Sangat benar. Tetapi apa yang kami katakan juga benar.  Jadi tidak ada pilihan lain kecuali membuangnya jauh-jauh, tetap rileks,berusaha enjoy tetapi tidak lengah. Karena Anda saat ini sedang berperang melawan kanker.

Stress sangat berpengaruh negatif terhadap hampir seluruh sistem dalam tubuh kita. Kita resapi ceritera ini. Ada seorang pemuda perkasa dengan tenaga luar biasa, sehat, kuat, tidak punya penyakit akibat bakteri atau virus. Demikian juga dia tidak punya penyakit degeneratif. Saat lagi mencangkul dipinggiran hutan seketika dia melihat ada “hantu”.Istilah populer saat ini “penampakan”.  Karena begitu kaget dan takut seketika dia lemas, tak bertenaga dan “mungkin hampir pingsan”. Pertanyaannya, kemana kekuatan dan keperkasaannya hingga dia tak bertenaga, keringat dingin dan bahkan hampir pingsan? Padahal dia tidak sedang menderita sakit apapun. Ini tentu karena  jiwanya lagi goncang sehingga semua sistem yang ada di tubuhnya runtuh seketika. Cerita ini memang mengada-ada dan ekstrem. Tetapi coba kita renungkan. Bila kita mengalami stress (walau goncangan jiwa kita tak sehebat itu) dalam kurun waktu relatif lama; seminggu, sebulan, bahkan berbulan-bulan, dapat kita bayangkan, hampir semua sistem di tubuh kita termasuk sistem kekebalan tubuh jelas sangat terganggu. Tahukah Anda bahwa layaknya makhluk hidup, sel juga dapat menderita stress. Ini dipicu oleh lingkungan – kondisi yang di luar kebiasaan. Reaksi sel dalam menghadapi stress pun beraneka ragam. Salah satunya sel akan mengalami apoptosis.

Mengubah Pola Hidup yang Sehat.

Kanker datang bukan tiba-tiba. Ada penyebab dan ada proses yang cukup lama sampai akhirnya kita sadar dan tahu, bahwa kita menderita kanker. Sebab utama adalah kebiasaan bagaimana kita menjalani hidup keseharian. Untuk berperang melawan kanker kita tentu harus mengubah pola hidup dari kebiasaan lama ke kebiasaan lebih sehat. Langkah ini bertujuan menciptakan kondisi yang kondusif guna percepatan penyembuhan. Selain itu untuk menjaga jangan timbul kanker baru setelah kanker Anda diobati. Untuk itu hendaknya Anda memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Berolahragalah secara teratur dan terukur.
  • Berikan diri Anda waktu yang cukup untuk istirahat dan pola tidur yang teratur. Karena peremajaan sel terjadi saat kita tidur.
  • Hindarilah merokok.
  • Pola makan yang baik dan sehat (baca pada halaman pola makan)
  • Berpikirlah positif karena itu akan berdampak positif pada diri Anda.
  • Dekatkan diri Anda pada Sang Pencipta. Karena Ia adalah segalanya yang akan membimbing Anda menurut rencanaNya.

Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa proaktif berpikir positif sangat membantu penyembuhannya. Emosi, sifat sulit memaafkan memicu tubuh kita berada dalam situasi tegang dan mempengaruhi tingkat kasaman menjadi tinggi dan ini mempersubur sel-sel kanker..

Masih ada satu yang Anda sebaiknya lebih menghargai

Sistem Kekebalan Tubuh.

Anugrah Sang Pencipta. Dia nyata adanya. Sesuatu yang komplek, semakin didalami semakin rumit. Dia sangat disiplin dan tekun bekerja tanpa mengenal waktu. Menangkis dan membasmi apa saja yang akan merusak tubuh kita. Itulah sistem kekebalan tubuh. Tanpa keberadaannya tentu semua manusia sudah punah dari muka bumi ini. Ada yang sangat sadar dan merawatnya. Tetapi sayang ada pula yang karena ketidak tahuannya kurang memperdulikan, bahkan mengabaikannya.

Kita harus merawat apa yang telah dianugrahkan oleh  “Sang Dokter Agung” tersebut. Ya, kita harus menjaganya dalam kondisi tetap optimal. Dan Keladi Tikus adalah salah satu yang bisa mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh kita. Oleh sebab itu izinkan dan bantulah sistem kekebalan tubuh melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sesederhana itukah kita akan melawan sel-sel kanker yang begitu ganas? Ya mungkin memang sederhana. Atau mungkin juga tidak sesederhana yang kita tahu. Karena selain Keladi Tikus mempunyai ribosome inacting protein dan zat anti oksidannya, kita belum banyak tahu tentang tumbuhan ini. Pernahkah Anda mendengar, bahwa persoalan-persoalan kompleks kadang penyelesaianya begitu sederhana?

Selama kita belum banyak tahu, mari kita mengingat kembali: “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan obatnya. Maka sebagian orang mengetahui obat dan sebagian orang tidak mengetahuinya. (HR Ahmad dalam Musnad ). Untuk itu semoga kita termasuk orang-orang yang mengetahuinya. Setidaknya yang menggembirakan, Keladi Tikus sudah berhasil menyembuhkan banyak sekali penderita kanker yang bahkan diantaranya dokter sudah angkat tangan. Dan sistem kekebalan tubuh kita memerangi sel kanker sangat selektif. Dia menghancurkan musuhnya dan menjaga sel yang sehat.

Copy-Paste : http://www.naturindonesia.com/sikap-melawan-kanker.html